Searching...
23.5.10

UPKP

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................
B. Tugas Pokok dan Fungsinya Satuan Kerja ............................
C. Pokok Permasalahan ..............................................................
D. Kerangka Berfikir ..................................................................
E. Sistematika Pembahasan .......................................................
BAB II FAKTA DAN MASALAH .........................................................
A. Keadaan Sekarang .................................................................
B. Keadaan Yang Diinginkan ....................................................
C. Rumusan Masalah .................................................................
BAB III ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH .........................
A. Analisis .................................................................................
B. Pemecahan Masalah .............................................................
BAB IV PENUTUP .................................................................................
A. Kesimpulan ..........................................................................
B. Saran .....................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) merupakan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis untuk menguasai pengetahuan, fakta, konsep, prinsip dan proses penemuan serta memiliki sikap ilmiah. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di Madrasah Ibtidaiyah bermanfaat bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alam sekitar.
Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan ilmu pengetahuan alam (Sains) secara nasional. Saat ini kesejahteraan bangsa tidak hanya tergantung pada sumber daya alam (SDA) dan modal yang bersifat fisik, tetapi bersumber pada modal intelektual, sosial dan kepercayaan (kredibilitas). Dengan demikian tuntutan untuk terus-menerus memutakhirkan Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan tidak cukup bila kita ukur dengan standar lokal saja, sebab perubahan global telah sangat besar mempengaruhi ekonomi suatu bangsa. Industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi pengetahuan alam dan tehnologi tingkat tinggi. Dengan demikian bangsa yang berhasil adalah bangsa yang memiliki standar kompetesi pengetahuan alam dan tehnologi tinggi.
Pengetahuan alam merespon secara proaktif berbagai informasi, ilmu pengetahuan dan tehnologi serta tuntutan desentralisasi. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan relevansi program pembelajaran dengan keadaan dan kebutuhan setempat, sehingga diperlukan alat peraga pembelajaran sebagai sarana menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang memiliki peranan penting dalam rangka lebih mengefektifkan penyampaian materi Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) pada siswa agar memilki kecakapan hidup, menguasai prinsip-prinsip alam, kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah dan sekaligus pengembangan kepribadian individu yang kuat dan berakhlak mulia.
Untuk memenuhi tuntutan pembejaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) tersebut, pendidik diharapkan pada kondisi riil terbatasnya alat peraga untuk melaksanakan metode eksperimen dan demontrasi dalam memenuhi tuntutan kurikulum. Oleh karena itu, penulis berusaha membuktikan peranan alat peraga terhadap efektivitas hasil pembelajaran. Sehingga pihak pengelola kelak segera memenuhi dan melengkapi sarana pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains), bilamana nantinya terbukti adanya perbedaan prestasi berkaitan penggunaan alat peraga yang lengkap.

B. Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Kerja
Madrasah swasta bertugas melaksanakan Pendidikan Nasional berdasarkan Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) dengan kurikulum yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan dengan tetap mengindahkan ciri khas madrasah yang bersangkutan.
Untuk melaksanakan tugas tersebut madrasah swasta mempunyai beberapa fungsi :
a. Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran
b. Melaksanakan Pengelolaan BP Administrsi Madrasah
c. Melaksanakan Pengelolaan Tenaga Kependidikan
d. Melaksanakan Pengelolaan Sarana dan Prasarana
e. Melaksanakan hubungan dengan masyarakat
(Dirjen Bimbagais, 1999 : 114)

C. Pokok Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis dapat merumuskan beberapa pokok permasalahan yaitu :
1. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di MI Nurul Iman Gador
2. Efektivitas penggunaan alat peraga dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di MI Nurul Iman Gador

D. Kerangka Berfikir
Berdasarkan pokok permasalahan di atas, maka penulis menuangkan beberapa kerangka berfikir diantaranya :
a. Pola Induktif
b. Pola Deduktif
Dalam analisa data menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan data dianalisis dengan prinsip deskriptif.

E. Sistematika Pembahasan
Dalam pembahasan karya tulis ini penulis menerapkan sistematika sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
Sebagai bab pembuka, pada bab ini berisi latar belakang masalah, tugas pokok dan fungsi satuan kerja, pokok permasalahan, kerangka berfikir dan diakhiri dengan sistematika pembahasan.
BAB II Fakta dan Masalah
Pada bab ini dikemukakan keadaan sekarang pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di MI Nurul Iman Gador, keadaan yang diinginkan dan rumusan masalah.
BAB III Analisis dan Pemecahan Masalah
Sebagai bab inti, pada bab ketiga ini dijabarkan tentang analisis penelitian dan pemecahan masalah, sebagai upaya mengatasi permasalahan.
BAB IV Penutup
Sebagai penutup bab ini meliputi kesimpulan dan saran. Adapun bagian akhir dari karya tulis ini adalah daftar pustaka dan lampiran-lampiran.


BAB II
FAKTA DAN MASALAH

A. Keadaan Sekarang
Madrasah swasta mempunyai beberapa fungsi yang salah satu diantaranya melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dimandatkan pada pendidik yang bertugas di madrasah tersebut. Pendidik yang mengajar bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) seringkali kesulitan dalam menerapkan ruang lingkup mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) yang meliputi aspek kerja ilmiah dan pemahaman konsep, disebabkan alat peraga Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) yang tersedia sangat minim.
Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) alat peraga berupa obyek yang dapat diamati secara langsung sangat membantu memberikan pemahaman terhadap konsep tertentu, sehingga dapat meminimalkan kesalahan konsep. Namun kenyataannya Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman Gador belum memiliki alat peraga dan alat praktikum yang standar apalagi laboratorium sekolah.
Selain hal tersebut di atas, alat praktikum dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) sangat dibutuhkan untuk pelaksanaan penilaian kerja ilmiah (nilai psikomotor) dalam rapor sehingga membutuhkan peraga/ peralatan praktikum yang memadai. Begitu pula dalam rangka ujian praktik akhir kelas VI sangat dibutuhkan alat peraga yang berupa peralatan praktikum yang standar. Karena hasil ujian praktek merupakan salah satu kriteria kelulusan.
Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan (Sains) di MI Nurul Iman Gador masih menggunakan peraga yang dimanipulasi dan disimplikasi (disederhanakan) dari benda-benda yang tersedia di lingkungan sekitar. Misalkan, magnet mengambil dari bekas mikrofon, larutan iodin diganti dengan betadin, rangkaian listrik merangkai seadanya, organ tubuh berupa gambar pada kertas, jenis katrol digambar pada papan tulis dan sebagainya. Sehingga hasil pembelajaran tidak maksimal.

B. Keadaan Yang Diinginkan
Dalam Standar Nasional Pendidikan yang menjelaskan tentang standar dan prasarana adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat olahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, yang diperlukan dalam menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Berdasarkan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, ditegaskan bahwa standar keragaman jenis peralatan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan dalam rasio minimal jumlah per peserta didik.
Dengan demikian guru Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di madrasah swasta senantiasa berharap dibangunnya laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) yang memenuhi standar minimal sebagaimana yang diamanatkan oleh PP No. 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan. Demikian juga tentang pengadaan perlengkapan praktikum dan alat peraga audio visual yang memadai akan meminimalisir mis konsep dan lebih mengaktualkan konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Alam (Sains). Sehingga pelaksanaan praktikum pada setiap standar kompetensi dan penyelenggaraan ujian praktek berjalan lancar dengan memperoleh hasil yang maksimal.
Alat peraga dan peralatan praktikum yang lengkap diharapkan menunjang tercapai standar kompetensi ”bahan kajian pengetahuan alam”. Bahkan kajian pengetahuan alam tersebut adalah kerja ilmiah seperti mengamati, merencanakan dan mengumpulkan serta mengolah data. Siswa dapat mengkomunikasikan pengetahuan ilmiah hasil temuan, memilki sikap dan nilai ilmiah sehingga tumbuh rasa ingin tahu dan teliti melakukan demonstrasi serta bereksperimen dengan bantuan peralatan yang memadai.
Peralatan praktikum dan alat peraga yang memenuhi standar dapat membimbing siswa memahami proses pembentukan perilaku ilmiah dan melakukan inkuiri ilmiah melalui pengamatan dan penelitian yang sederhana berkaitan dengan Sains. Dengan demikian peralatan Sainsyang lengkap diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung dan dapat mengembangkan ketrampilan proses Ilmu Pengetahuan Alam (Sains), misalnya dapat mengamati, menggolongkan, mengukur, menngunakan alat dan melakukan percobaan, sehingga guru sebagai fasilitator diharapkan dapat membimbing siswa untuk aktif dan kreatif serta berperilaku ilmiah.


C. Rumusan Masalah
Sesuai dengan pernyataan di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di MI Nurul Iman Gador ?
2. Bagaimana efektivitas penggunaan alat peraga dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di MI Nurul Iman Gador ?



BAB III
ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH

A. Analisis
Penelitian dilakukan di MI Nurul Iman Gador Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek dengan jumlah keseluruhan 144 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas III sampai dengan VI sebanyak 28 siswa dengan rincian sebagai berikut :
1. Kelas III : 7 siswa
2. Kelas IV : 7 siswa
3. Kelas V : 7 siswa
4. Kelas VI : 7 siswa
Pertimbangan terpilihnya sampel di atas karena Kelas III sampai dengan VI memiliki kesamaan model pengajaran non tematik.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi. Dokumentasi adalah benda tertulis atau tidak tertulis yang memberi keterangan (Imam Barnadib, 1982 : 55). Metode ini diterapkan dalam memperoleh data penelitian dalam bentuk tabel tentang nilai siswa. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis deskriptif untuk keperluan deskripsi dan hasil penelitian. Peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan alat peraga yang lengkap diharapkan semakin meningkatkan mutu pembelajaran dan nilai prestasi hasil belajar.
Data hasil penelitian yang berupa tes prestasi belajar menggunakan alat peraga dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) dengan media lengkap diperoleh skor tertinggi 100 dan terendah 45, rata-rata (X) : 75,7.
2. Prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) dengan media cukup diperoleh skor tertinggi 90 dan terendah 15, rata-rata (X) : 69.
3. Prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) dengan media kurang diperoleh skor tertinggi 80 dan terendah 10, rata-rata (X) : 64,8.

Data prestasi siswa MI Nurul Iman Gador dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) seperti tertera pada tabel berikut :



Kls
No. Prestasi Siswa Rata-rata I - IV
Media
Lengkap Rata-
Rata Media
Cukup Rata-
Rata Media
Kurang Rata-
Rata Media
Lengkap Media
Cukup Media
Kurang




III 1 50



72,8 45



67,8 45



63,5













75,7













69













64,9
2 70 70 65
3 65 60 60
4 80 70 65
5 75 70 65
6 85 80 75
7 85 80 70




IV 8 50



70 50



61,4 45



58,5
9 80 75 70
10 80 70 65
11 60 60 60
12 90 80 75
13 90 85 80
14 40 15 10




V 15 60



70 60



65 60



61,4
16 70 65 60
17 80 75 70
18 80 70 65
19 75 70 65
20 65 65 60
21 60 55 50




VI 22 90



90 80



82,1 70



76,4
23 90 80 75
24 70 70 70
25 90 85 80
26 100 90 85
27 90 80 75
28 100 90 80


B. Pemecahan Masalah
Dalam penelitian ini dikemukakan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di MI Nurul Iman Gador terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran yang menggunakan alat peraga kurang, cukup dan lengkap ditinjau dari prestasi rata-rata kelas maupun secara keseluruhan dari Kelas III sampai dengan Kelas VI.
Sejalan dengan hal tersebut, pada prinsipnya penggunaan alat peraga harus disediakan oleh lembaga pendidikan. Karena ternyata terdapat perbedaan prestasi yang mencolok pada proses pembelajaran sains yang menggunakan peraga lengkap dengan tidak lengkap. Selain itu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) jika hanya dengan metode ceramah, tanya jawab dan resitasi (mengerjakan Lembar Kerja Siswa/ LKS) kurang menarik perhatian siswa.
Perlengkapan alat peraga dimaksudkan untuk meningkatkan prestasi belajar, membangkitkan semangat, melatih berfikir ilmiah dan menumbuhkan kreatifitas. Kreatifitas siswa merupakan bagian dari kepribadian siswa, dari sini akan muncul unsur-unsur pembelajaran dengan karateristik berfikir logis sehingga tujuan akan tercapai.
Sedangkan rencana kerja pembejaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di MI Nurul Iman Gador adalah sebagai berikut :
1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pengetahuan Alam (Sains).
Sebagai langkah pertama guru mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pengetahuan Alam yang sudah tertuang dalam kurikulum.
2. Mengidentifikasi Materi Pokok.
Langkah yang kedua mengidentifikasi materi pokok yang menunjang pencapaian kompetensi.
3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran.
Dalam mengembangkan pembelajaran guru merencanakan teknik pembelajaran yang tepat. Kegiatan pembelajaran direncanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, lingkungan dan sumber belajar dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.
4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi.
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur dan mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Indikator dikembangkan untuk menanamkan budaya ilmiah dengan penekanan pada sikap ingin tahu, bertanya dan bekerjasama. Penetahuan tentang Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) dikembangkan mempertimbangkan kemampuan berfikir siswa. Sedangkan ketrampilan harus mengacu pada penentuan kemampuan praktek dengan demonstrasi, mencoba terbimbing dan mencoba mandiri.
5. Menentukan Alokasi Waktu.
Guru merencanakan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar dengan didasarkan minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran sains per minggu.
6. Menentukan Sumber Belajar.
Guru menentukan media/ peraga yang digunakan dalam pembelajaran, yang berupa peralatan praktikum, media audio visual, nara sumber, obyek nyata dan lain sebagainya. Dalam menentukan sumber belajar senantiasa mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok, kegiatan belajar mengajar (KBM) dan indikator.
7. Melaksanakan Pembelajaran di Kelas.
Guru melaksanakan pembelajaran dengan berbagai metode dan menggunakan media yang tepat, sehingga diharapkan siswa dapat mengerti, memahami selanjutnya dapat menerapkan pada media tersebut yang pada akhirnya siswa dapat menerapkan dalam kehidupan nyata secara ilmiah


BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari bahasan dan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Alat peraga dalam pendidikan difokuskan kepada tujuan pendidikan, yaitu perkembangan yag optimal bagi setiap individu sesuai dengan kemampuannya agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.
2. Digunakannya alat peraga pada pembelajaran sains agar siswa lebih mudah memahami dan mengerti pelajaran yang diberikan sehingga akan memperoleh hasil yang memuaskan.
3. Untuk memperlancar penggunaan alat peraga dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) ini guru harus :
a. Merencanakan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) secara sistematis.
b. Mengelola pembelajaran yang efektif dan kreatif.
c. Memanfaatkan dan menyiapkan sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains).

B. Saran
Berdasarkan penelitian tersebut dikemukakan saran-saran sebagai berikut :
1. Dalam rangka meningkatkan kualitas program pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains), hendaknya pihak pengelola madrasah sepakat untuk menyediakan alat peraga dan alat praktikum yang standar untuk keberhasilan pendidikan.
2. Pihak pengelola MI Nurul Iman Gador berkenan bekerjasama dengan wali murid agar membantu dalam kelancaran pelaksanaan sarana dan prasarana pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains).
3. Mengingat pentingnya peranan penggunaan alat peraga Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di MI Nurul Iman Gador maka perlu diperhatikan sebagai berikut :
a. Perlengkapan sarana dan prasarana pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) harus dilengkapi.
b. Kualitas pengajar Ilmu Pengatahuan Alam (Sains) sumber daya manusia (SDM) dari pengajarnya perlu ditingkatkan.



DAFTAR PUSTAKA

Arif S. Sardiman, Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatan Media, CV Rajawali, Jakarta : 1970
DM. Sukarno, Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Jakata : CV Mini Jaya Abadi, 2005
Imam Barnadib, Pengantar Ilmu Pendidikan Perbandingan, Yogyakarta : FIKIP, 1968
__________, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Jakarta : 2004
__________, Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Tentang Pendidikan Nasional, Jakarta : 1999
W.J.S. Purwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta : 1989

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Back to top!