Searching...
6.5.10

Pendekatan-pendekatan Dalam Studi Filsafat pendidikan Islam

A. Pendahuluan
Berbicara tentang filsafat, kita harus tahu terlebih dahulu apa arti filsafat itu sendiri. Kata filsafat atau falsafat, berasal dari bahasa Yunani: philoshophia yang banyak diperoleh pengertian-pengertian, baik secara harfiah atau etimologi. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, gemar, suka dan kata sophia berarti pengetahuan, hikmah dan kebijaksanaan. filsafat menurut arti katanya dapat diartikan sebagai cinta, cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran, suka kepada hikmah juga kebijaksanaan.
Didalam filsafat pendidikan, akan kita jumpai berbagai macam hal baru yang tentunya akan menambah wawasan keilmuan kita. Dan didalam makalah yang singkat ini akan diterangkan mengenai pengertian filsafat, objek kajian filsafat, serta pendekatan pendekatan studi dalam filsafat pendidikan islam.

B. Pengertian Filsafat Pendidikan Islam
Filsafat pendidikan adalah pelaksanaan pandangan falsafah dan kaidah falsafah dalam bidang pendidikan.Filsafat itu mencerminkan suatu segi dari segi pelaksanaan falsafah umum dan menitik beratkan kepada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan-kepercayaan yang menjadi dasar falsafah umum dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan secara praktis
Sedangkan menurut Hamdani Ihsan filsafat pendidikan adalah studi tentang pandangan filosofis dari system dan aliran filsafat dalam islam terhadap masalah-masalah kependidikan bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia Muslim dan Umat Islam.
Dari defenisi diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa Fisafat pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan mencurahkan pemikiran dengan semaksimal mungkin dalam rangka memperhatikan masalah pendidikan sekaligus menyelesaikan problem-problem dalam pendidikan itu sendiri berdasarkan islam.
Dengan demikian,jelaslah filsafat pendidikan itu adalah filsafat yang memikirkan masalah pendidikan. Oleh karena ada kaitan dengan pendidikan, filsafat dapat juga kita artikan sebagai teori dengan segala tingkat.
Telah sama-sama kita ketahui berfikir filsafat adalah berfikir yang radikal,menyeluruh serta mendalam terhadap suatu objek. Maka apa bila kita memikirkan pendidikan secara filsafat haruslah berfikir secara menyeluruh apa esensi dari pendidikan itu sendiri.

Apakah pendidikan tersebut hanya sebatas transfer pengetahuan dari pendidik ke anak didiknya? Tentu saja tidak,pendidikan sangatlah luas cakupannya.Karena begitu luasnya cakupan dari pendidikan tersebut,maka kita harus mencurahkan pemikiran dengan sungguh-sungguh dan mendalam tentang apa hakikat dari pendidikan itu sendiri.
Menurut Ahmad D Marimba,pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh sipendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani oleh si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
Masih menurut Marimba,dalam pendidikan terdapat unsur-unsur sebagai berikut :
1. Usaha (kegiatan);usaha itu bersifat bimbingan (pimpinan atau pertolongan) dan dilakukan secara sadar
2. Ada pendidik,atau pembimbing,atau penolong.
3. Ada yang dididik,atau siterdidik
4. Bimbingan itu mempunyai dasar dan tujuan
5. Dalam usaha itu tentu ada alat-alat yang dipergunakan.


Apa bila kita perhatikan pengertian yang luas dari pendidikan dapat kita simpulkan bahwasannya pendidikan adalah seluruh proses hidup dan kehidupan manusia itu adalah proses pendidikan.Segala pengalaman sepanjang hidupnya merupakan dan memberikan pengaruh pendidikan beginya.
Untuk menjadikan proses yang baik tentu saja memerlukan suatu pemikiran yang tepat dan akurat.Tanpa adanya suatu pemikiran yang berkualitas maka kita tidak akan dapat menciptakan proses yang baik dalam pendidikan itu sendiri.Disinlah peran penting filsafat dalam menciptakan suatu proses pendidikan yang dapat memberikan warna yang baru dalam pendidikan islam itu sendiri

C. Analisis Filsafat tentang Masalah Pendidikan

Masalah pendidikan adalah merupakan masalah hidup dan kehidupan manusia. Proses pendidikan berada dan berkembang bersama proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia, bahkan pada hakikatnya keduanya adalah proses yang satu.
Dengan pengertian pendidikan yang luas, berarti bahwa masalah kependidikan pun mempunyai ruang lingkup yang luas pula, yang menyangkut seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia.
Sebagai contoh, berikut ini akan dikemukakan beberapa masalah kependidikan yang memerlukan analisa filsafat dalam memahami dan memecahkannya,antaralain:
1. Masalah pendidikan pertama yang mendasar adalah tentang apakah hakikat pendidikan. Mengapa harus ada pada manusia dan merupakan hakikat hidup manusia
2. Apakah pendidikan itu berguna untuk membina kepribadian manusia?
3. Apakah sebenarnya tujuan pendidikan itu?
4. Sipakah hakikatnya yang bertanggung jawab terhadap pendidikan itu,dan sampai mana tanggung jawab tersebut.Bagaimana hubungan tanggung jawab antara keluarga ,mastarakat,dan sekolah tehadap pendidikan dan bagaimana tanggung jawab pendidikan tersebut setelah manusia dewasa.
5. Apakah hakikat pribadi manusia itu.Manakah yang lebih utama untuk dididik;akal,perasaan,atau kemauannya,pendidikan jasmani atau rohani, pendidikan skill ataukah intelektualnya, ataukah kesemuanya itu.




D. Obyek Kajian Filsafat Pendidikan
1. Obyek Kajian Filsafat Pendidikan
Dalam rangka menggali, menyusun, dan mengembangkan pemikiran kefilsafatan tentang pendidikan terutama pendidikan Islam, maka perlu diikuti pola dan pemikiran kefilsafatan pada umumnya
Adapun pola dan sistem pemikiran kefilsafatan sebagai suatu ilmu adalah:
a. Pemikiran kefilsafatan harus bersifat sistematis, dalam arti cara berfikirnya bersifat logis dan rasional tentang hakikat permasalahan yang dihadapi. Hasil pemikirannya tersusun secara sistematis artinya satu bagian dengan bagian lainnya saling berhubungan.
b. Tinjauan terhadap permasalahan yang dipikirkan bersifat radikal artinya menyangkut persoalan yang mendasar sampai keakar-akarnya.
c. Ruang lingkup pemikirannya bersifat universal, artinya persoalan-persoalan yang dipikirkan mencakup hal-hal yang menyeluruh dan mengandung generalisasi bagi semua jenis dan tingkat kenyataan yang ada di alam ini, termasuk kehidupan umat manusia, baik pada masa sekarang maupun masa mendatang.
d. Meskipun pemikiran yang dilakukan lebih bersifat spekulatif, artinya pemikiran-pemikiran yang tidak didasari dengan pembuktian-pembuktian empiris atau eksperimental (seperti dalam ilmu alam), akan tetapi mengandung nilai-nilai obyektif. Dimaksud dengan nilai obyektif oleh permasalahannya adalah suatu realitas (kenyataan) yang ada pada obyek yang dipikirkannya.

Pola dan sistem berpikir filosofis demikian dilaksanakan dalam ruang lingkup yang menyangkut bidang-bidang sebagai berikut:
a. Cosmologi yaitu suatu pemikiran dalam permasalahan yang berhubungan dengan alam semesta, ruang dan waktu, kenyataan hidup manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan, serta proses kejadian kejadian dan perkembangan hidup manusia di alam nyata dan sebagainya.
b. Ontologi yaitu suatu pemikiran tentang asal-usul kejadian alam semesta, dari mana dan kearah mana proses kejadiannya. Pemikiran ontologis akhirnya akan menentukan suatu kekuatan yang menciptakan alam semesta ini, apakah pencipta itu satu zat (monisme) ataukah dua zat (dualisme) atau banyak zat (pluralisme). Dan apakah kekuatan penciptaan alam semesta ini bersifat kebendaan, maka paham ini disebut materialisme.

Secara makro (umum) apa yang menjadi obyek pemikiran filsafat, yaitu dalam ruang lingkup yang menjangkau permasalahan kehidupan manusia, alam semesta dan sekitarnya adalah juga obyek pemikiran filsafat pendidikan.
Tetapi secara mikro (khusus) yang menjadi obyek filsafat pendidikan meliputi:
a. Merumuskan secara tegas sifat hakikat pendidikan (The Nature of Education).
b. Merumuskan sifat hakikat manusia sebagai subyek dan obyek pendidikan (The Nature Of Man).
c. Merumuskan secara tegas hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, agama dan kebudayaan.
d. Merumuskan hubungan antara filsafat-filsafat pendidikan dan teori pendidikan.
e. Merumuskan hubungan antara filsafat negara (ideologi), filsafat pendidikan dan politik pendidikan (sistem pendidikan).
f. Merumuskan sistem nilai norma atau isi moral pendidikan yang merupakan tujuan pendidikan.

Dengan demikian dari uraian tersebut diproleh suatu kesimpulan bahwa yang menjadi obyek filsafat pendidikan ialah semua aspek yang berhubungan dengan upaya manusia untuk mengerti dan memahami hakikat pendidikan itu sendiri, yang berhungan dengan bagaimana pelaksanaan pendidikan dan bagaimana tujuan pendidikan itu dapat dicapai seperti yang dicita-citakan.
Dari uraian diatas dapat kita lihat bahwasannya filsafat memberikan warna dan corak terhadap pendidikan sekaligus sebagai alat dalam memecahkan masalah,problem pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikan.
Selain itu filsafat pendidikan memberikan arah agar teori pendidikan yang dikembangkan mempunyai relevansi dengan kehidupan yang nyata,dengan kata lain mengarahkan teori-teori dan pandangan fiksafat pendidikanyang telah dikembangkan tersebut bias diterapkan dalam praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat.

E. Pendekatan-pendekatan Studi Dalam Filsafat Pendidikan Islam
Dalam melakukan studi tentang Falsafah pendidikan islam dituntut penguasaan ilmu pengetahuan yang melengkapi yang dapat menjadi sumber potensi rujukan pemikiran pemikir bidang tersebut,yang meliputi sekurang-kurangnya sebagai berikut:
a. Ilmu agama islam yang luas dan mendalam
b. Ilmu pengetahuan tentang kebudayaan islam dan umum serta sejarahnya
Filsafat islam dan umum serta ilmu-ilmu cabang kefilsafatan yang kontemporer pada saat ini
c. Ilmu tentang manusia,seperti psikologi dalam segala cabangnya yang relevan dengan pendidikan,serta mengenai perkembangan hidup manusia
d. Sciense dan teknologi yang terutama berkaitan dengan pengembangan hidup orang banyak yang berpengaruh terhadap pengembangan pendidikan,misalnya teknologi pendidikan
e. Ilmu tentang metode pendidikan dan riset pendidikan
f. Pengalaman tentang teknik-teknik operasional kependidikan dalam masyarakat
g. Ilmu pengetahuan tentang kemasyarakatan.terutama sosialogi pendidikan
h. Ilmu tentang kemanusiaan lainnya,seperti antropologi budaya,ekologi,dan sebagainya
i. Ilmu tentang teori kependidikan atau pedagogis.

Dengan menguasai disiplin ilmu diatas maka seorang pemikir dalam bidang pendidikan dapat merumuskan dan juga mengarahkan pendidikan tersebut kesuatu tujuan penciptaan manusia dimuka bumi ini yaitu sebagai hamba Allah dan juga sebagai Khalifatu Allah fi Al_ardhi.
Selanjutnya menurut Harry Schofield sebagaimana yang dikemukakan oleh Imam Bernadib dalam bukunya filsafat pendidikan,menekankan bahwa ada dua pendekatan dalam studi filsafat pendidikan yaitu:
1. Pendekatan filsafat historis
Dengan pendekatan filsafat historis yaitu dengan cara melakukan deteksi dari pertanyaan-pertanyaan filosofis yang diajukan,mana-mana yang telah mendapat jawaban dari para ahli sepanjang sejarah.dalam sejarahnya filsafat telah berkembang dalam bentuk sistematika,jenis-jenis dan aliran-aliran filsafat yang tertentu.Oleh karena itu,kalau diajukan pertanyaan-pertanyaan tentang berbagai macam masalah filosofis dalam bidang pendidikan,jawabannya melekat pada masing-masing system,jenis dan aliran-aliran filsafat tersebut.Dari sekian jawaban tersebut,kemudian dipilih jawaban mana yang sesuai dan dibutuhkan.
Dengan kita menganalisa sejarah perkembangan filsafat,khususnya filsafat
pendidikan maka kita akan melihat pemikiran-pemikiran filosof sebelumnya,yang mana kita ketahui banyak aliran-aliran yang timbul pada lapangan filsafat ini.
Berbedanya pemikiran-pemikiran dari kalangan tokoh filsafat ini, menurut penulis lebih disebabkan oleh pandangan dan pijakan mereka terhadap pendidikan itu sendiri. Maka dengan menganalisa pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh filsafat kita dapat mengambil suata pelajaran ataupun suatu kesimpulan corak pendidikan mana yang sesuai dengan pendidikan kita pada masa sekarang ini.


2. Pendekatan dengan menggunakan filsafat kritis
Adapun yang dimaksud dengan cara pendekatan filsafat kritis,dimaksudkan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis dan diusahakan jawabannya secara filosofis pula,dengan menggunakan berbagai metode dan pendekatan filosofis.
Schofield mengemukakan ada dua cara analisa pokok dalam pendekatan filsafat kritis yaitu:
a. Analisa Bahasa Linguistik.
Analisa Bahasa adalah suatu usaha mengadakan interpretasi yang menyangkut pendapat-pendapat mengenai makna yang dimilikinya.Atau dengan kata lain analisa bahasa digunakan untuk mengetahui arti yang sesungguhnya dari sesuatu.
Tanpa adanya analisa linguistic atau bahasa akan sulitlah bagi kita untuk mencerna maksud dan tujuan dari teori-teori ataupun pemikiran-pemikiran filosuf sebelum kita.engan kejahilan kita terhadap pemikiran-pemikiran filosuf tersebut bagi kita maka akan sulit juga bagi kita untuk mencari dan mnerapkan teori-teori mereka dalam pendidikan kita



b. Analisa konsep
Analisa konsep adalah suatu analisa mengenai istilah-istilah yang mewakili gagasan atau konsep.
Dari kedua pendekatan tersebut diharapkan kepada kita dapat mempelajari filsafat pendidikan dengan baik dan dapat pula kita menganalisis pemikiran-pemikiran filsafat terutama filsapat pendidikan,yang diharapkan dapat menjadi landasan bagi kita dalam rangka memajukan pendidikan yang ada pada masa sekarang ini
Adapun metode atau pendekatan atau yang dipakai Filsafat Pendidikan Islam dalam memecahkan persoalan-persoalan pendidikan adalah:
a. Metode spekulatif dan kontemplatif yang merupakan metode utama dalam setiap cabang filsafat.Kontemplatif atau tafakur adalah berfikir secara mendalam dalam situasi yang tenang dan sunyi untuk mendapatkan kebenaran tentang hakikat sesuatu yang dipikirkan.
b. Pendekatan normative.Norma artinya nilai,juga berarti aturan atau hukum-hukum.Norma menunjukkan keteraturan suatu system.Nilai juga menunjukkan baik buruk,berguna tidak bergunanya sesuatu.Norma juga akan menunjukkan arah gerak sesuatu aktivitas.

c. Pendekatan ilmiah terhadap masalah actual,yang pada hakikatnya merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari pola berfikir rasional,empiris dan eksprimental yang telah berkembang pada masa jayanya filsafat islam.
d. Pendekatan yang bersifat komprehensip dan terpadu,antara sumber-sumber naqli,akli,dan imani.

Demikian beberapa pendekatan filosofis yang mungkin digunakan dalam memecahkan problematika pendidikan dikalangan umat islam. Adapun pendekatan mana yang kiranya efektif dan efisien tentunya tergantung pada sifat,bentuk dan ciri khusus problema yang dihadapi.Yang jelas bahwa masalah pendidikan adalah masalah manusia yang menurut ajaran islam adalah merupakan khalifah Allah yang memilki potensi-potensi manusiawi,maka pendekatan filsafat pendidikan islam,haruslah pendekatan yang melibatkan seluruh aspek dan potensi manusia.





Daftar pustaka
• Muzayyin Arifin,Filsafat pendidikan Islam.Bumi Aksara,Jakarta tahun 2009
• Zuhairini,Filsafat pendidikan islam,Bumi Aksara,Jakarta,Tahun2008
• Ahmad D Marimba,Pengantar Filsafat Pendidikan Islam,Al-Ma’arif Bandung
Tahun1962
• Hamdani Ikhsan,Filsafat Pendidikan Islam,Pustaka Setia Bandung,Tahun2007
• Uyoh sadullah,Pengantar Filsafat Pendidikan,Alfabeta,Bandung ,tahun2007
• Saifullah Ali,Antara filsafat dan pendidikan,Surabaya.tahun 1997



Kesimpulan
Berfikir secara filsafat adalah berfkir secara mendalam,kritis,dan radikal dalam rangka menemukan kebenaran terhadap objek-objek yang sedang dikaji.
Demikian juga halnya dengan filsafat pendidikan islam yang mencoba untuk memecahkan sekaligus memberikan jawaban-jawaban dalam berbagai masalah pendidikan,terutama pendidikan islam.
Filsafat pendidikan adalah pelaksanaan pandangan falsafah dan kaidah falsafah dalam bidang pendidikan.Filsafat itu mencerminkan suatu segi dari segi pelaksanaan falsafah umum dan menitik beratkan kepada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan-kepercayaan yang menjadi dasar falsafah umum dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan secara praktis
Dengan mempelajari fiksafat pendidikan islam diharapkan kepada kita dapat menentukan dasar-dasar dan prinsip-prinsip dalam pendidikan tersebut dan memberikan warna yang baik dalam pendidikan islam .
Ada dua pendekatan dalam studi filsafat pendidikan islam,pertama.pendekatan filsafat historis.Dengan pendekatan ini kita akan mengetahui perkembangan pemikiran filsafat dalam bidang pendidikan,sekaligus mengetahui konsep-konsep pendidikan dari berbagai aliran dalam filsafat.Kedua,pendekatan dengan filsafat kritis dimaksudkan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis dan diusahakan jawabannya secara filosofis pula,dengan menggunakan berbagai metode dan pendekatan filosofis.
Wallahu a’lamu bissawab

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Back to top!